Blog Puisi kehidupan

Saturday, June 14, 2014

MEREKA MENGINGINKAN KITA TERBAKAR JADI ABU, MAKA KITA HARUS JADI ABU


"Kita datang ke Hastinapura sebagai keluarga, anak-anakku..., untuk berbagi kasih sayang. Namun jika mereka tak ikhlas membalasnya, artinya kita tak diberi bagian atas cinta..., maka untuk apa kita kembali kesana?" Keluh Kunti, sembari isak tangis mengiring kata-katanya.

"Tapi Ibu, kakak Yudistira sudah dinobatkan sebagai putra mahkota, dan kita punya hak untuk menetap disana, dan berkuasa" tukas Nakula

"Kita buang jauh semua itu anakku, kita tak boleh haus 'kekuasaan'. Apa kalian lupa, Ayahmu dulu rela melepaskan segala kebesaran itu, dan memilih tinggal didalam hutan. Lupakah kalian?" jawab Kunti, dibarengi tangis yg memelas.

Arjuna menghampiri ibunya, tangannya terjulur menyeka airmata ibunya.
"Airmata ibu yang keluar pada saat bahagia, adalah sungai Gangga, bagi kami, anak-anakmu. Namun jika airmata yang keluar saat derita seperti ini, adalah bagai api yang membakar kami" Air matanya keluar, berkaca-kaca.


"mari Ibu, kami tak akan mau kembali ke tempat dimana ibu kami tak merasa betah tinggal didalamnya, biarlah kita jadi 'abu' dimata mereka " lanjutnya.


_SOLITAIRE_
Title: MEREKA MENGINGINKAN KITA TERBAKAR JADI ABU, MAKA KITA HARUS JADI ABU; Written by Prakarsa Jiwa; Rating: 5 dari 5

No comments:

Post a Comment