SANG GETAH GETIH
Panji bangsa ku, lusuh
Kibarmu di buana raya, lumpuh
Walau topiku selalu terangkat penuh seluruh
Mengingat nasibmu kini sungguh ku terenyuh
Bukan hanya angin namun badai menerpa
Akan kah tiangmu sekokoh baja ?
Sejarah ragamu sedikit saja yang tahu
Anak bangsa kini hanya anak anak begu
berjalan setengah lari dengan leher kaku
Padahal keringat dan darah telah tertumpah untuk ada mu
Digjaya Majapahit membuka kisah
Tindak lanjut putra bangsa sambung metamorfosa sejarah
Sang Getah Getih...
Sang Saka Merah Putih
Keutuhan raga mu kini di pertaruhkan...
_SOLITAIRE_
(the hell Australia)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-UZLAH-
Merayu, menyaru, menipu...
Cerita kriminil masa lalu
Masih adakah di zaman baharu?
Aku hanya anak rumahan yang tak tahu menahu
_SOLITAIRE_
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
MENAKAR ANGAN
Simpan jahat mimpi itu
Terjaga ku semakin sakit
Juga Ruh ku, kan merengek meminta fitrahnya...
-SOLITAIRE_
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
KELUH PADA SEPI
Ramai berkah itu disini
Diluar lelap mimpi
Kencan mistik ghaibi
Buai aura syurgawi
-SOLITAIRE-
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
KILAH
Manusiawi...
Siapa yang memaklumi?
Hanya syetan yang mengamini.
-SOLITAIRE-
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-INKONSISTEN-
Aksaraku lepas sejenak dari pancangnya
Untuk sesaat ku biarkan dia berkelana mencari makna...
_SOLITAIRE_
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
KEPALANG TANGGUNG
Tak ada lagi mendung yang bikin bingung
Hujan mengguyur tak urung
Dan aku makin linglung
-SOLITAIRE-
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
PUISI NASIB PUISIKU - NASIB PUISI NASIBKU
Sahabat, lihatlah...!
Puisi mengambang diatas piring nasi yang berhari - hari tak terisi
Tergeletak di hamparan tikar lusuh sandaran rehat ragaku
Menggelayut di kantung mata anakku yang lelah dari menagisi uang jajan nya
Teronggok di bak sampah berbau, di kerubut belasan lalat yang lapar
Berceceran di lantai berdebu yang lama tak di sapu
Menggelantung di pucuk pucuk dan dahan pohon yang tak berbuah dan layu
Berserakkan di atas genting - genting tak rapi yang bocor di sana sini kala hujan
Puisi nasib puisiku - nasib puisi nasibku
Terlantar, terabaikan, terbiar begitu saja,....
tanpa makna
_SOLITAIRE_
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- RAJAH KESUMAT -
Mulut terkatup tanpa serapah
Hanya tarian jemari goreskan Rajah
Rajah bertuah simbol amarah
Puisi nan tanpa madah
Dia bukan penentang
Hanya sepenggal hulubalang
Ksatria malang yang lalu terbuang
tersebab lucah dengan seorang dayang
Jika ampunan tak ter ijabkan
Manalah jiwa ber ketenangan?
Terhempas ke lembah kehinaan
Murka membuhul genggaman tangan
Bait kata di se balik rajahnya,
" Aku tak pernah menang,...selalu terbuang..."
" Aku selalu karam, di hempas badai
dan tenggelam...".
-----------
_SOLITAIRE_
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-TIRANI-
Aku harus berontak
Kuasa yang bercokol memperkosa gerak ku
Metamorfosa spirit ku terkebiri
Aku semakin bengal...
Sirap nya menghipnotis anganku
Haruskah aku tetap tunduk?
Serahkan upeti penghambaan
Berupa iman...
Pada Tirani hati ini?
_SOLITAIRE_
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Masih kau sanggup guratkan pena?
Angin yang datang kuatkan kantukmu
Beku kan nalarmu
Dan hadirkan goresan ini...
-SSS-
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
WIYATA RAGA
Jika cahaya masih di damba
kenapa aku lelap dalam gelap ?
DIsini masih adakah Nafas Embun Malam ?
_SOLITAIRE_
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ALIM KU
Sisi romantis yang bisu
Bahkan isyarat terlumpuh layu...
Tak mungkin melahir rindu
Terlebih mengobral rayu
Bisu, beku...
_SOLITAIRE_
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TERKUNGKUNG GULANA
Raga ini, lemah dirangkul gulana...
Tak terkecuali jiwanya...
Kotor, keruh penuh jelaga
Tiada bening mewarna
Galau, gamang menyelubung sempurna
Menyeret pada hina rasa
Merengkuh kehampaan renjana
Teronggok di bukit nista
Seakan hilang minda
Entah apalagi di damba?
Tak tahu harus apa di minta?
Hanya bisa diam tanpa bahasa
Do`a - do`a terlupa sirna
Aku tercampak tanpa daya
Setubuhi kias fana...
Mabukku tergila maya...
_SOLITAIRE_
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
DAHANA SUKMA
Bekukan dengan selaksa fatwa
Bara jiwa yang meng angkasa
Tiada diam dalam zahirnya
berkelana umbar angkara
Kuminta Embun penyejuk sukma
Demi raga suci dalam samsara
_SOLITAIRE_
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TANYA JAWAB
Aku masih slalu bertanya pada 'kemunafiqan',...
"apakah kamu jujur?"
Menjawab kemunafiqan, "ya !"
-SSS-
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
PUISI ITU DIRIKU
Kucari cari dimana diriku
Aku tak menemukannya
Yang kutemukan hanya Puisi
Dan aku pun tlah menemukan diriku
-SOLITAIRE-
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
SELEPAS KUAS KU MENYAPU KANVAS
Ku abaikan warna warni cat di valet yang terbiar kotor
Yang ku suka hanya tinta cina hitam
Ku sungging hitam putih wajah di potret dinding
Wajah tiada asing yang ku hafal tiap lekuk & garis mukanya
Potret diriku
Hitam putih hidupku...
Ku sapu kuas hingga tuntas,...
Lalu ku ludahi...
Aku benci...!
-SOLITAIRE-
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- KALAP -
Terperangkap dalam sikap
Tersekap khilap
Tak siap menyambut senyap
Hati panas sukar terlelap
Aku kalap...
Mulut masih berseloroh cakap
Tatkala lalat turun merayap..., dan...
"Hap..., lalu ku tangkap!"
_SOLITAIRE_
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TELISIK
Ku cari, ku teliti
Wujud diri...
Hanya dosa manis,
yang masih sedap untuk di kecap
-SOLITAIRE-
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
KEMBARA RASA
Ke bertetapan membosankan...
Lantas sisi gelap jiwa bertaut gagasan...
Rasa ini inginkan kesegaran
-SSS-
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
DAN JIKA ANGAN KU TERLEPAS
Berkhayal, dan aku pun menjadi Dewa
Di Istana langit biru nan menggoda
Bidadari ber telekkan kerlingkan mata
Bergelayutan di separuh candra
Tanpa sayap aku melanglang buana
Hinggap di menara Istana
Sekilas menangkap bayang tak berwarna
dan berkata..." suami ku bangunlah, pagi tiba,saatnya bekerja...?!"
Dan aku kecewa, tanpa daya memaksa.
_SOLITAIRE_
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
SEMESTA PARODI
Aku hidup di semesta parodi...
Dimana di tengah rimba,
Lapar semut semut di ejek sang gajah
Tangis anak anak kancil di ketawai monyet monyet berdasi
Di ujung rimba, di lepas pantai,
Lumba lumba acuh cuek biarkan tenggelam anak anak nelayan saat melaut di terpa badai
Diatasnya, di hampar buana...
Bintang bintang pendosa masih tersenyum lebar karena kilau nya makin bersinar di balik warna yang tanpa dosa
Kucing kucing rumahan berlomba berebut kursi ajaib yang bisa
menyulapnya menjadi tikus gemuk berduit yang selalu banyak luang
mengerat apapun di dekatnya
Dan yang miris dari semuanya,...
Singa sang raja rimba yang
Bertahta, berpidato dengan orasi kotek ayam sayur,...
"pet...petoook...pet...petook"
Saat rahasia rimba nya di bongkar merpati mata mata hutan tetangga.
ya..., hutan tetangga
-SOLITAIRE-
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
PUCAT SENDU
Entah kenapa ambisi mu tiada berwarna?
Dan seperti mereka yang singgah,...
Aku hanya 'menggantang asap'
Tanpa hirau mu
-SOLITAIRE-
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
GELAGAH JIWA
Baru kupangkas habis
Gelagah jiwa yang tumbuh tanpa kendali
Parang parang pemangkas nya tumpul tak bermata
Begitupun sabit pengganti
Karena kulit ari nya liar bawa gatal sesiapa menyentuhnya
Lihatlah! Taman hati yang luas lebih nyaman hanya dengan pepadang rumput liar
Gelagah jiwa yang tumbuh akan di huni binatang buas melata & tikus tikus tanah yang kotor
Sanggupkah aku terus membenahi nya?
-SOLITAIRE-
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
CAHAYA DI UJUNG PENA
Di gelap itu kejahilan dunia
Adalah satria yang pedangnya banyak bicara
Hipnotis secara magis seteru dan sekutunya
Dan adalah cendikia yang senantiasa bicara lewat pena
Menyihir musuh dan sesamanya hingga begitu tergila gila akan indahnya aksara
Yang Kuasa pun datangkan cahaya bagi mereka
Cahaya diatas cahaya
Qalam yang di bawa tiada bandingnya
Dialah sang utusan Illah nya
Dia lah...,
'Cahaya di ujung pena'
_SOLITAIRE_
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Masih jual 'gaya'?
Ayolah bung, ini hanya aksara...!
Dan bukan kertas buram,
namun warna warni yang berisi
-SSS-
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TEMBUS PANDANG
Aku lukis semua ini di kaca transfaran
Tidakkah kau lihat ada isi didalamnya?
Tiada satu kututupi
-3S-
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
AKSARA DI SINGGASANA SENJA
Tak ber batas kata curah renjana
Tautkan semesta tahta penggores pena
Padu padan kan serbaneka aksara
Di singgasana senja nan penuh makna
_SOLITAIRE_
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TOPENG TANPA WAJAH
Beribu benak ber sajak ria
Berjuta kata tertuang tak berbatas ada nya
Lihatlah Topeng ku SASTRA NISKALA
Silahkan ambil satu dari sekian makna
Putih Biru warna ber aneka
Begitu pun warna Aksara
Aksara tiada empunya makna pun suka suka
_SOLITAIRE_
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BANGKIT
Terhenyak dari tidur panjangku,
Sekedar tuk dengarkan Alegori bijak dari jantung matiku
-SOLITAIRE-
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
JANJI MALAM
Masih selalu ada malam tuk ku rayu
Karena dia tlah berjanji
Pasrah ku senggamai
"Rengkuh aku!" pinta nya, anggun
-SOLITAIRE-
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TARGET
Mungkin amunisiku tak bersisa
Masih ada senjata laras pendek yang ku usahakan dapat mengenai sasaran...
-SSS-
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-DIAM-
Tanpa dikehendaki akhirnya terjalin kemunafiqan
Dan diam pun menjadi teramat sangat berarti
-SOLITAIRE-
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
SENANTIASA
Malam yang kelam, semaklumnya sunyi swara...
Digores kalam pena,
hiruk pikuklah meruah makna...
Senantiasa.
-SOLITAIRE-
Title: Kumpulan berikutnya; Written by Prakarsa Jiwa; Rating: 5 dari 5
No comments:
Post a Comment