Blog Puisi kehidupan

Saturday, November 23, 2013

Kumpulan berikutnya

SANG GETAH GETIH

Panji bangsa ku, lusuh
Kibarmu di buana raya, lumpuh
Walau topiku selalu terangkat penuh seluruh
Mengingat nasibmu kini sungguh ku terenyuh

Bukan hanya angin namun badai menerpa
Akan kah tiangmu sekokoh baja ?

Sejarah ragamu sedikit saja yang tahu
Anak bangsa kini hanya anak anak begu
berjalan setengah lari dengan leher kaku
Padahal keringat dan darah telah tertumpah untuk ada mu

Digjaya Majapahit membuka kisah
Tindak lanjut putra bangsa sambung metamorfosa sejarah

Sang Getah Getih...
Sang Saka Merah Putih

Keutuhan raga mu kini di pertaruhkan...

_SOLITAIRE_
(the hell Australia)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-UZLAH-

Merayu, menyaru, menipu...
Cerita kriminil masa lalu
Masih adakah di zaman baharu?
Aku hanya anak rumahan yang tak tahu menahu

_SOLITAIRE_
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
MENAKAR ANGAN

Simpan jahat mimpi itu
Terjaga ku semakin sakit
Juga Ruh ku, kan merengek meminta fitrahnya...

-SOLITAIRE_
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
 
KELUH PADA SEPI

Ramai berkah itu disini
Diluar lelap mimpi
Kencan mistik ghaibi
Buai aura syurgawi

-SOLITAIRE-
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
KILAH

Manusiawi...
Siapa yang memaklumi?
Hanya syetan yang mengamini.

-SOLITAIRE-
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
 
-INKONSISTEN-

Aksaraku lepas sejenak dari pancangnya
Untuk sesaat ku biarkan dia berkelana mencari makna...
 
_SOLITAIRE_
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
 
KEPALANG TANGGUNG

Tak ada lagi mendung yang bikin bingung
Hujan mengguyur tak urung
Dan aku makin linglung

-SOLITAIRE-
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
PUISI NASIB PUISIKU - NASIB PUISI NASIBKU

Sahabat, lihatlah...!

Puisi mengambang diatas piring nasi yang berhari - hari tak terisi

Tergeletak di hamparan tikar lusuh sandaran rehat ragaku

Menggelayut di kantung mata anakku yang lelah dari menagisi uang jajan nya

Teronggok di bak sampah berbau, di kerubut belasan lalat yang lapar

Berceceran di lantai berdebu yang lama tak di sapu

Menggelantung di pucuk pucuk dan dahan pohon yang tak berbuah dan layu

Berserakkan di atas genting - genting tak rapi yang bocor di sana sini kala hujan

Puisi nasib puisiku - nasib puisi nasibku
Terlantar, terabaikan, terbiar begitu saja,....

tanpa makna

_SOLITAIRE_
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
- RAJAH KESUMAT -

Mulut terkatup tanpa serapah
Hanya tarian jemari goreskan Rajah
Rajah bertuah simbol amarah
Puisi nan tanpa madah

Dia bukan penentang
Hanya sepenggal hulubalang
Ksatria malang yang lalu terbuang
tersebab lucah dengan seorang dayang

Jika ampunan tak ter ijabkan
Manalah jiwa ber ketenangan?
Terhempas ke lembah kehinaan
Murka membuhul genggaman tangan

Bait kata di se balik rajahnya,

" Aku tak pernah menang,...selalu terbuang..."

" Aku selalu karam, di hempas badai
dan tenggelam...".

-----------

_SOLITAIRE_
 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
 
-TIRANI-

Aku harus berontak
Kuasa yang bercokol memperkosa gerak ku

Metamorfosa spirit ku terkebiri
Aku semakin bengal...
Sirap nya menghipnotis anganku

Haruskah aku tetap tunduk?
Serahkan upeti penghambaan
Berupa iman...
Pada Tirani hati ini?

_SOLITAIRE_
 --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
 
Masih kau sanggup guratkan pena?
Angin yang datang kuatkan kantukmu
Beku kan nalarmu
Dan hadirkan goresan ini...

-SSS-
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
WIYATA RAGA

Jika cahaya masih di damba
kenapa aku lelap dalam gelap ?

DIsini masih adakah Nafas Embun Malam ?

_SOLITAIRE_
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
 
ALIM KU

Sisi romantis yang bisu
Bahkan isyarat terlumpuh layu...
Tak mungkin melahir rindu
Terlebih mengobral rayu

Bisu, beku...

_SOLITAIRE_
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
TERKUNGKUNG GULANA

Raga ini, lemah dirangkul gulana...
Tak terkecuali jiwanya...
Kotor, keruh penuh jelaga
Tiada bening mewarna
Galau, gamang menyelubung sempurna
Menyeret pada hina rasa
Merengkuh kehampaan renjana
Teronggok di bukit nista
Seakan hilang minda
Entah apalagi di damba?
Tak tahu harus apa di minta?
Hanya bisa diam tanpa bahasa
Do`a - do`a terlupa sirna
Aku tercampak tanpa daya
Setubuhi kias fana...
Mabukku tergila maya...

_SOLITAIRE_
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
DAHANA SUKMA

Bekukan dengan selaksa fatwa
Bara jiwa yang meng angkasa
Tiada diam dalam zahirnya
berkelana umbar angkara
Kuminta Embun penyejuk sukma
Demi raga suci dalam samsara

_SOLITAIRE_
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TANYA JAWAB

Aku masih slalu bertanya pada 'kemunafiqan',...
"apakah kamu jujur?"
Menjawab kemunafiqan, "ya !"

-SSS-
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
PUISI ITU DIRIKU

Kucari cari dimana diriku

Aku tak menemukannya

Yang kutemukan hanya Puisi

Dan aku pun tlah menemukan diriku

-SOLITAIRE-
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
SELEPAS KUAS KU MENYAPU KANVAS

Ku abaikan warna warni cat di valet yang terbiar kotor

Yang ku suka hanya tinta cina hitam

Ku sungging hitam putih wajah di potret dinding

Wajah tiada asing yang ku hafal tiap lekuk & garis mukanya

Potret diriku

Hitam putih hidupku...

Ku sapu kuas hingga tuntas,...

Lalu ku ludahi...

Aku benci...!

-SOLITAIRE-
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
- KALAP -

Terperangkap dalam sikap
Tersekap khilap
Tak siap menyambut senyap
Hati panas sukar terlelap
Aku kalap...

Mulut masih berseloroh cakap
Tatkala lalat turun merayap..., dan...
"Hap..., lalu ku tangkap!"

_SOLITAIRE_
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
TELISIK

Ku cari, ku teliti
Wujud diri...
Hanya dosa manis,
yang masih sedap untuk di kecap

-SOLITAIRE-
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
KEMBARA RASA

Ke bertetapan membosankan...
Lantas sisi gelap jiwa bertaut gagasan...
Rasa ini inginkan kesegaran

-SSS-
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
DAN JIKA ANGAN KU TERLEPAS

Berkhayal, dan aku pun menjadi Dewa
Di Istana langit biru nan menggoda
Bidadari ber telekkan kerlingkan mata
Bergelayutan di separuh candra
Tanpa sayap aku melanglang buana
Hinggap di menara Istana
Sekilas menangkap bayang tak berwarna
dan berkata..." suami ku bangunlah, pagi tiba,saatnya bekerja...?!"
Dan aku kecewa, tanpa daya memaksa.

_SOLITAIRE_
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
SEMESTA PARODI

Aku hidup di semesta parodi...
Dimana di tengah rimba,
Lapar semut semut di ejek sang gajah
Tangis anak anak kancil di ketawai monyet monyet berdasi
Di ujung rimba, di lepas pantai,
Lumba lumba acuh cuek biarkan tenggelam anak anak nelayan saat melaut di terpa badai
Diatasnya, di hampar buana...
Bintang bintang pendosa masih tersenyum lebar karena kilau nya makin bersinar di balik warna yang tanpa dosa
Kucing kucing rumahan berlomba berebut kursi ajaib yang bisa menyulapnya menjadi tikus gemuk berduit yang selalu banyak luang mengerat apapun di dekatnya
Dan yang miris dari semuanya,...
Singa sang raja rimba yang
Bertahta, berpidato dengan orasi kotek ayam sayur,...

"pet...petoook...pet...petook"

Saat rahasia rimba nya di bongkar merpati mata mata hutan tetangga.
ya..., hutan tetangga

-SOLITAIRE-
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
PUCAT SENDU

Entah kenapa ambisi mu tiada berwarna?

Dan seperti mereka yang singgah,...

Aku hanya 'menggantang asap'

Tanpa hirau mu

-SOLITAIRE-
  ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
GELAGAH JIWA

Baru kupangkas habis
Gelagah jiwa yang tumbuh tanpa kendali
Parang parang pemangkas nya tumpul tak bermata
Begitupun sabit pengganti

Karena kulit ari nya liar bawa gatal sesiapa menyentuhnya

Lihatlah! Taman hati yang luas lebih nyaman hanya dengan pepadang rumput liar

Gelagah jiwa yang tumbuh akan di huni binatang buas melata & tikus tikus tanah yang kotor

Sanggupkah aku terus membenahi nya?

-SOLITAIRE-
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
CAHAYA DI UJUNG PENA

Di gelap itu kejahilan dunia
Adalah satria yang pedangnya banyak bicara
Hipnotis secara magis seteru dan sekutunya

Dan adalah cendikia yang senantiasa bicara lewat pena
Menyihir musuh dan sesamanya hingga begitu tergila gila akan indahnya aksara

Yang Kuasa pun datangkan cahaya bagi mereka
Cahaya diatas cahaya

Qalam yang di bawa tiada bandingnya
Dialah sang utusan Illah nya
Dia lah...,
'Cahaya di ujung pena'

_SOLITAIRE_
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
 
Masih jual 'gaya'?
Ayolah bung, ini hanya aksara...!
Dan bukan kertas buram,
namun warna warni yang berisi

-SSS-
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
 
TEMBUS PANDANG

Aku lukis semua ini di kaca transfaran
Tidakkah kau lihat ada isi didalamnya?
Tiada satu kututupi
-3S-
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
AKSARA DI SINGGASANA SENJA

Tak ber batas kata curah renjana
Tautkan semesta tahta penggores pena
Padu padan kan serbaneka aksara
Di singgasana senja nan penuh makna

_SOLITAIRE_
  -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
TOPENG TANPA WAJAH

Beribu benak ber sajak ria
Berjuta kata tertuang tak berbatas ada nya
Lihatlah Topeng ku SASTRA NISKALA
Silahkan ambil satu dari sekian makna
Putih Biru warna ber aneka
Begitu pun warna Aksara
Aksara tiada empunya makna pun suka suka

_SOLITAIRE_
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
  BANGKIT

Terhenyak dari tidur panjangku,
Sekedar tuk dengarkan Alegori bijak dari jantung matiku

-SOLITAIRE-
  ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
  JANJI MALAM

Masih selalu ada malam tuk ku rayu

Karena dia tlah berjanji
Pasrah ku senggamai

"Rengkuh aku!" pinta nya, anggun

-SOLITAIRE-
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TARGET

Mungkin amunisiku tak bersisa
Masih ada senjata laras pendek yang ku usahakan dapat mengenai sasaran...

-SSS-
 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
-DIAM-

Tanpa dikehendaki akhirnya terjalin kemunafiqan

Dan diam pun menjadi teramat sangat berarti

-SOLITAIRE-
  -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 SENANTIASA

Malam yang kelam, semaklumnya sunyi swara...
Digores kalam pena,
hiruk pikuklah meruah makna...

Senantiasa.

-SOLITAIRE-
 
 
Title: Kumpulan berikutnya; Written by Prakarsa Jiwa; Rating: 5 dari 5

No comments:

Post a Comment